<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SULTENG NEWS</title>
	<atom:link href="http://sultengnews.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sultengnews.com</link>
	<description>Berita Sulawesi Tengah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 02:27:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Puluhan Rumah Warga di Labuan Diterjang Banjir</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=728</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=728#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 01:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengnews.com) : Puluhan atau sekitar 26 rumah warga yang ada di dua desa di Kecamatan... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=728">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong>(sultengnews.com) : Puluhan atau sekitar 26 rumah warga yang ada di dua desa di Kecamatan Labuan, yakni Desa Wani III dan Desa Labuan Kungguma, Kabupaten Donggala, Selasa (18/06/13) diterjang banjir.<br />
Banjir yang menerjang dua desa tersebut merupakan banjir kiriman dari bukit yang ada di dua desa tersebut. Akibat banjir warga terpaksa mengamankan barang-barang mereka, sejak Selasa dini hari sekitar pukul 05.00, karena ketinggian air sudah mencapai 50 cm.<br />
Menurut salah seorang warga yang juga  anggota BNPB Desa Labuan Kungguma, Fuad Ambololo, banjir tersebut baru pertama kali terjadi di desa mereka dan membuat panik warga. &#8220;Ini bajir baru pertama kali terjadi di desa kami,&#8221; katanya.<br />
Walaupun banjirnya tidak berlangsung lama, namun sejumlah barang-barang warga khususnya perabot, khususnya perabot dapur banyak yang rusak akibat diterjang banjir. &#8220;Karena banyak alat masak yang rusak, makanya yang dibutuhkan warga saat ini alat masak, makanan instan, beras. Mudah-mudahan hujan deras tidak terjadi lagi, karena pasti akan mengkhawatirkan warga akan ada bajir susulan,&#8221; jelasnya.<em> (SN-03)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=728</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Palu Diramaikan Hiburan Layangan</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=701</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=701#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 12:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengnews.com) : Mau mencari agenda liburan yang seru, menghibur, dan sehat? Tidak usah repot-repot, apalagi... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=701">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong>(<a href="http://sultengnews.com" target="_blank">sultengnews.com</a>) : Mau mencari agenda liburan yang seru, menghibur, dan sehat? Tidak usah repot-repot, apalagi mencarinya di tempat yang jauh.</p>
<p>Bermain layang-layang juga akan menjadi bagian dari olahraga yang sangat bagus selama lokasinya mendukung. Bahkan tidak hanya itu. Bermain layang-layang juga akan memberikan pengalaman langsung.</p>
<p>Layang-Layang merupakan permainan bagi kalayak ramai, kebanyakan dimainkan oleh anak-anak dan para remaja.  Namun tidak sedikit pula orang tua yang memainkannya. Saat ini di Kota Palu mulai ramai lagi orang bermain layangan. Layang-Layang banyak dimainkan baik untuk sekedar hobi saja maupun di kompetisikan dalam suatu perlombaan layang-layang. Kebiasaan bermain Layang-Layang telah dimiliki pula oleh masyarakat Kota Palu.</p>
<p>Misal warga tanahmodindi Palu Selatan, tiap sorenya banyak anak-anak dan beberapa remaja yang memainkan layang-layang dilapang yang luas.  Layang-Layang yang dimainkan terdiri dari Layang-Layang Burung dan persegi.</p>
<p>Dulunya Permainan ini merupakan permainan tradisional yang sangat tua diperkirakan sejarah permainan tradisional layang-layang ini telah ada sejak 2.500 tahun sebelum masehi dan menengok dari sejarahnya yang sangat panjang, bisa di simpulkan bahwa sejarah permainan tradisional ini berasal dari daratan Cina.<em> (SN-01)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=701</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kades di Poso Nyaris Tertembak</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=706</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=706#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 03:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sulteng]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengews.com) : Aksi penembakan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Poso. Penembakan tersebut dilaporkan nyaris mengenai... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=706">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong>(sultengews.com) : Aksi penembakan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Poso. Penembakan tersebut dilaporkan nyaris mengenai Kepala Desa (Kades) Labuan, Kabupaten Poso,  Ismail Pakaya, dan bersama Kaur umum, Ramang berboncengan dengan kaur pemerintahan Iskandar Pakaya.<br />
Peristiwa itu terjadi, Senin (17/06/13) sekitar pukul 10.00 Wita, di Gunung Panta Kapal antara Desa Labuan Kecamatan Lage dengan Dusun Kapompa Kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Utara Kabupaten Poso. Ketiganya saat kejadian bersama-sama berangkat dari Desa Labuan ke Poso dengan tujuan pergi mengurus pakaian Dinas Perangkat Desa yang dijahit di penjahit Jakarta Pasar Sentral Poso.<br />
Dengan penembakan tersebut korban langsung mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju arah Poso dan sesampainya di Poso langsung memberitahukannya ke anggota Sat Intelkam Res Poso terkait dengan hal tersebut. Belum didapatkan konfirmasi dari kepolisian. Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Soemarno yang coba dikonfirmasi via telpon belum menjawan telepon dan SMS. <em>(SN-03)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=706</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bungkusan Mencurigakan Ditemukan di Rumah Warga di Poso</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=704</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=704#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 03:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sulteng]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengnews.com) : Warga Kelurahan Kayamanya, Kabupaten Poso, Senin (17/06/13) dikagetkan dengan sebuah bungkusan mencurigakan diletakan... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=704">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong>(sultengnews.com) : Warga Kelurahan Kayamanya, Kabupaten Poso, Senin (17/06/13) dikagetkan dengan sebuah bungkusan mencurigakan diletakan di pagar depan rumah milik Hj Asmiati (53).<br />
Informasi yang dihimpun di Poso, penemuan barang mencurigakan itu, pertama kali ditemukan pemilik rumah, saat hendak keluar rumah sekitar10:30 wita. Sampai berita ini diturunkan belum didapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian. <em>(SN-03)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=704</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjelang Ramadhan Palu Berpotensi Menyumbang Inflansi 1,26%</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=735</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=735#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 01:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[PALU, (Sultengnews.com) &#8211; Kamis,( 13/6/ 2013)  Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) Provinsi Sulawesi... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=735">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>PALU</b>, (Sultengnews.com) &#8211; Kamis,( 13/6/ 2013)  Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan rapat teknis. Rapat yang digelar di Bank Indonesia tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TPID Provinsi Sulawesi Tengah, DR. Ir. B. <em>ELIM SOMBA</em>,<b> </b>M. Sc. Dan dihadiri oleh hampir seluruh anggota TPID.Rapat TPID kali ini merupakan rapat yang ke 6 di Tahun 2013, dengan agenda pembahasan tentang, Sosialisasi hasil Rakornas TPID yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 8 Mei 2013,Koordinasi dan antisipasi kenaikan harga menjelang Bulan Ramadhan &amp; Kenaikan BBM,Perkembangan pelaksanaan PIHPS di Prov. Sulawesi Tengah dan Rapat teknis tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu mengenai Penguatan koordinasi dan pengembangan TPID di Sulawesi Tengah dengan berpedoman kepada hasil Rakornas TPID serta Instruksi Menteri Dalam Negeri No.27 tahun 2013. Menjelang bulan Ramadhan Kota Palu menghadapi resiko inflasi berupa kenaikan harga bahan pokok, harga BBM, dan kenaikan biaya pendidikan. Berdasarkan simulasi, jika terjadi kenaikan harga dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 akan berpotensi menyumbang inflasi sebesar 1,26% (mtm).</p>
<p>Berdasarkan pantauan Dinas dan Instansi terkait, Stok Daging (ayam dan sapi), Beras, BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat sampai setelah lebaran. Dalam rangka meredam potensi gejolak harga, semua SKPD dan Instansi terkait diharapkan berkoordinasi bilamana akan melaksanakan pasar murah atau operasi pasar. Tarif angkutan (darat, laut dan udara) dari dan ke Sulawesi Tengah sampai saat ini masih normal.</p>
<p>Saat ini, upaya pengembangan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di Provinsi Sulawesi Tengah masih dalam tahap persiapan. Untuk mengantisipasi rencana penyatuan PIHPS wilayah Sulampua maupun nasional, ada wacana untu membangun sistem seperti yang telah dilaksanakan oleh TPID Provinsi Sulawesi Utara, yaitu web based, serta kemungkinan akses melalui sarana telekomunikasi (SMS).</p>
<p>Berdasarkan hasil rapat tersebut maka dirumuskan beberapa rekomendasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah sebagai masukan dalam merumuskan kebijakan pengendalikan laju inflasi daerah ke depan di antaranya, Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga pada bulan Ramadhan, beberapa instansi Pemda berencana akan melakukan operasi pasar untuk komoditas-komoditas bahan pokok dan menggelar pasar murah di berbagai daerah. Adapun komposisi paket pasar murah berupa terigu, gula, minyak, susu dan beras. Perlunya dilakukan pemantauan harga (sidak) lapangan <i>stock opname</i> komoditas bahan pokok utama di berbagai pasar utama Kota Palu. Perlunya sosialisasi ke masyarakat luas tentang buka-tutup proyek pelebaran jalan ruas Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli. Dengan mengetahui jadwal buka-tutup di</p>
<p>ruas jalan tersebut, diharapkan proses distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan Ramadhan dapat direncanakan dan diantisipasi dengan lebih baik.</p>
<p>Dan dalam rangka mengatasi over kuota solar, PT.Pertamina perlu melakukan perhitungan ulang alokasi distribusi dan meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian untuk mereduksi penyelewengan solar di berbagai daerah khususnya di daerah pertambangan dan perkebunan.</p>
<p>Memperluas pembangunan Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN) di berbagai daerah sehingga dapat membantu nelayan di sisi biaya operasional dan mengurangi tekanan inflasi pada subkelompok ikan segar.</p>
<p>Terkait Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, pemerintah perlu melakukan beberapa hal yaitu, Melakukan analisis pendahuluan tentang kesiapan data, sistem informasi, dan sarana prasarana pendukung lainnya. Melakukan penyatuan harga-harga di masing-masing dinas untuk menghasilkan data harga yang akan ditampilkan di PIHPS. Melakukan rapat lanjutan pembahasan PIHPS. <b>(SN RILIS)</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=735</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XL Raih penghargaan The Best Customer Service Dan The Best Booth Operator ICS</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=739</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=739#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 00:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, (Sultengnews.com) &#8211; Chief Digital Service Officer PT XL AXiata Tbk.  Dian Siswarini menerima Lifetime... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=739">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> (Sultengnews.com) &#8211; <i>Chief Digital Service Officer</i> PT XL AXiata Tbk.  Dian Siswarini menerima <i>Lifetime Achievement Awards</i> dalam ajang Indonesia Cellular Award 2013. Penghargaan tersebut diberikan atas pertimbangan dedikasi dan kontribusi besar Dian Siswarini di Industri Telekomunikasi Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Penghargaan ini diterima di Jakarta, Minggu malam (16/6/2013).</p>
<p>Dian mengatakan, “Sungguh suatu kehormatan besar bagi saya mendapatkan penghargaan ini dari dewan juri Indonesia Cellular Awards 2013. Tentu saja apa yang sudah saya capai selama ini di Industri Telekomunikasi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk management dan karyawan. Semoga penghargaan ini akan lebih melecut saya untuk menjadi lebih baik lagi.”</p>
<p>Dewan juri menyatakan, penghargaan bertajuk <i>Lifetime Achievement in Telecommunication Industry</i> diberikan kepada individu yang selama ini telah banyak memberikan sumbangsih kepada industri telekomunikasi seluler di Indonesia. Penerima penghargaan ini merupakan insan dengan rentang pengabdian yang panjang, pencapaian karir, berprestasi, relatif populer, dan masih terus aktif dalam industri telekomunikasi.</p>
<p>Pada ajang yang sama, XL juga meraih penghargaan <i>The Best Customer Service</i> serta <i>The Best Booth Operator ICS</i>. Penghargaan di kategori layanan operator seluler didasarkan atas survei dari masyarakat sejak akhir Mei 2013. Dewan juri penghargaan ini antara lain <i>Editor in Chief</i> Majalah Forsel &#8211; Vaksiandra Nuryandi, Pemimpin Redaksi Tabloid Seluler &#8211; Bambang Irawan, dan pengamat gadget Herry SW. <b>(SN-RILIS)</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=739</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukung Investasi, PLN Akan Bangun PLTU di Sindue</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=697</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=697#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 10:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengnews.com) : Guna memenuhi pasokan daya listrik di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=697">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong>(sultengnews.com) : Guna memenuhi pasokan daya listrik di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parimo, PT PLN Wilayah VII Suluttenggo akan membangun dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).<br />
General Manejer PT PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono, Senin (10/06/13) lalu mengungkapkan, saat ini proses pembangunan dua unit PLTU Sindue dengan daya 2&#215;25 MW sedang pembebasan lahan. Diperkirakan tahun 2016 mendatang PLTU diharapkan bisa beroperasi. &#8220;Sementara proses pembebasan lahan,&#8221; ungkapnya.<br />
Santoso menjelaskan, dengan penambahan dua unit PLTU Sindue, kedepan akan membantu membeck up pasokan daya listrik di Kota Palu, sehingga permintaan untuk investasi bisa terpenuhi. &#8220;Selain pasokan daya dari PLTA Sulewana, ada juga PLTU Panau, PLTD Silae, kami juga merencanakan membangun PLTA Lindu. Kalau semua pembangkit listrik sudah beroperasi, daya listrik di Kota Palu akan sangat cukup,&#8221; jelas Santoso. <em>(SN-01)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=697</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>80 Pasangan Nikah Massal di Walikota</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=687</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=687#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 01:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sulteng]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengnews.com) : Sekitar 80 pasangan suami istri dinikahkan kembali oleh urusan Agama Kota Palu Sulawesi... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=687">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong><em>(<a href="http://sultengnews.com" target="_blank">sultengnews.com</a>)</em> : Sekitar 80 pasangan suami istri dinikahkan kembali oleh urusan Agama Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng),Jumat (14/06/13) Pagi. Pasangan suami istri tertua berusia 58 tahun adalah pasangan warga Palu Timur.</p>
<p>Prosesi nikah massal yang digelar di masjid Kantor Walikota Palu sejak pukul 07.00 wita sudah dipadati pasangan suami istri yangberasal dari wilayah Kota Palu, kehadiran puluhan pasangan ini untuk dinikahkan kembali secara massal oleh urusan agama kota palu.</p>
<p>Nikah massal 80 pasangan suami istri menarik perhatian warga maupun peserta nikah massal itu sendiri bahkan diantara peserta nikah massal terdapat ayah dan anak.</p>
<p>Sekretaris panitia nikah massal Abdul Hamid mengatakan nikah massal dilakukan dikarenakan mereka tidak memiliki surat nikah yang resmi dari Mentri agama.</p>
<p>&#8221; Peserta ini diikuti dari Kaum duafa yang belum memiliki surat nikah atau sulit memiliki surat nikah maka kami dari Panitia mefasilitasi hal itu,&#8221; tutur Abdul Hamid.</p>
<p>Sementara itu Tamrin warga Palu Selatan dan juga salah satu pasangan yang mengikuti pernikahan massal tersebut mengatakan dirinya sangat senang dengan adanya pernikahan massal ini.&#8221;Saya sudah sepuluh tahun lebih tidak memiliki surat nikah dengan ada pernikahan massal ini saya terbantu,&#8221; Ujar Tamrin.<strong><em> (SN-03)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=687</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>124 CJH Sulteng Tak Lunasi BPIH</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=683</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=683#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2013 07:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Sulteng]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[PALU,(sultengnews.com) : Sebanyak 124 Calon Jamaah Haji (CJH) di Sulawesi Tengah (Sulteng) dari total 1.737 kuota... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=683">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PALU,</strong><em>(sultengnews.com) </em>: Sebanyak 124 Calon Jamaah Haji (CJH) di Sulawesi Tengah (Sulteng) dari total 1.737 kuota tidak melunasi biaya penyelenggaran ibadah haji (BPIH) hingga batas akhir pelunasan.</p>
<p>Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah mengembalikan 124 kuota haji tersebut kepada pemerintah pusat untuk selanjutnya menjadi kuota nasional.</p>
<p>Petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kanwil Kemenag Sulteng Tri Prihatin mengungkapkan, Calon Jamaah Haji (CJH) telah diberikan kesempatan untuk melunasi BPIH cukup lama hingga Rabu, (12/06/13). Namun, masih ada 124 yang tidak melunasi kewajiban pembayarannya tersebut.</p>
<p>&#8220;Jadi, kuota 124 itu menjadi porsi nasional,&#8221; ujar Tri Priharin kepada wartawan, Kamis (13/06/13).</p>
<p>Dia mengatakan, mereka yang tidak melunasi BPIH akan menjadi daftar tunggu atau waiting list tahun berikutnya. Adapun CJH Sulteng yang melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sampai batas akhir pembayaran hanya 1.613 dari kuota 1.737 orang Sulteng.</p>
<p>Ada beberapa alasan mereka yang tak melunasi BPIH di antaranya karena meninggal dunia.<strong><em> (SN-03)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=683</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amannya Berjudi di Bagian Selatan Kota Palu</title>
		<link>http://sultengnews.com/?p=678</link>
		<comments>http://sultengnews.com/?p=678#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2013 05:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sultengnews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Mangge Yojo]]></category>
		<category><![CDATA[potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sultengnews.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Mangge Yojo : Tabe leee, kalau boleh mengutip lagu Haji Roma Irama, Judiii, judii... <a class="meta-more" href="http://sultengnews.com/?p=678">more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Catatan Mangge Yojo :<br />
</strong></p>
<p>Tabe leee, kalau boleh mengutip lagu Haji Roma Irama, Judiii, judii ternyata realitas judi ada dimana-mana termasuk di kota kita Kota Palu ini. Mungkin banyak yang belum tahu atau sudah banyak yang tahu tapi pura-pura tidak tahu, di bagian paling selatan Kota Palu yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sigi ternyata ada kawasan yang menjadi sarang perjudian dengan berbagai judi tradisional, dari judi berbagai kartu, judi dadu, judi adu ayam, bahkan katanya juga judi Togel.<br />
Lokasi perjudiannya tentu tidak seperti di kota besar di luar negeri menggunakan gedung mewah dan dilegalkan. Di sana itu, katanya lokasinya di sekitar Kelurahan Petobo, lokasi judinya di sebuah lahan kosong berdekatan dengan arena karapan sapi kalau orang sini bilang posilumba japi atau balapan sapi. Lokasi judi yang diapit rumah-rumah warga itu menurut orang-orang yang kecanduan berjudi dan sering kesana sering menyebut surganya berjudi. Kalau dengar surga pasti yang nyaman, artinya di lokasi itu dijamin 1000 persen atau bisa lebih tidak akan tersentuh aparat keamanan. Ada juga yang bilang mungkin cuma ceritanya orang-orang kalau disitu juga banyak oknum-oknum aparat yang doyan berjudi, mulai oknum polisi, oknum TNI. Ini tidak menuduh tapi menduga, leee.<br />
Bahkan disana itu, sudah pasti banyak premannya dan ada info warga sekitar juga ikut mendukung dan saling menjaga keamanan disitu. Kalau yang namanya wartawan hati-hati kalau ketahuan mau investigasi di tempat tersebut.<br />
Sekitar pertengahan 2012 lalu ada kegiatan karapan sapi di sana, tentu banyak orang, ada polisi, ada pejabat, ada juga wartawan yang meliput. Herannya begitu wartawan atau orang yang mendekati lokasi perjudian yang dicerita-cerita bisa mencapai ratusan juta itu, dilarang mendekat. Beberapa wartawan sempat masuk ke lokasi tersebut, dan seingat saya ada yang mengambil beberapa gambar secara sembunyi-sembunyi menggunakan ponsel dan saat itu ramai cukup ramai diposting ke BBM.<br />
Tentu kita akan bertanya, kenapa sepertinya aktivitas judi yang bisa dibilang judi besar tidak ada penindakan dari aparat kepolisian sebagai penegak hukum? Sehingga wajar saya kira kalau penjudi kecil di rumah-rumah 5 sampai belasan orang ditangkap merasakan ketidakadilan penegakan hukum. Mungkin seperti ini kata mereka &#8220;Kenapa judi besar di Kecamatan Palu Selatan tidak bisa ditangkap pelakunya, tapi judi kecil disikat dan diproses hukum&#8221;.<br />
Kalau begitu biar adil semua judi di Kota Palu tidak usah ditangkap polisi, karena masih ada diskriminasi penegakan hukum.<br />
Dalam catatan mangge Yojo ini tidak menuduh, tapi patut diduga, sekali lagi patut diduga, amannya berjudi disono, karena ada oknum-oknum kuat yang membekengi aktivitas judi. Tidak tahu apakah ada setoran upeti ke pihak-pihak tertentu. Menurut isu-isu dari sana ada pimpiannya disana diinisial saja yah, inisial SI.<br />
Mangge Yojo pernah ingat sekitar tahun 2011 saat Kapolda Brigjen Pol M Amin Saleh menjabat sebagai Kapolda Sulteng, dilokasi judi itu pernah akan dilakukan penggerebekan, bahkan sudah melakukan pemetaan pintu-pintu masuk dan keluar lokasi tersebut. Dan seingat Mangge Yojo pernah dilakukan penertiban namun hasilnya berantakan, sejumlah tim gabungan  tidak berhasil masuk ke lokasi bahkan mundur setelah terjadi ketegangan dengan warga sekitar, bahkan aparat gabungan dilempari batu, saat itu Direskrim Polda saat itu yang ikut dalam penggerebekan itu mundur bersama anggota karena warga menyerang dengan batu semakin gencar.<br />
Kalau ingin membuktikan, cobalah jalan-jalan kesana dengan yang biasa bermain judi disana, mungkin amannya berjudi disana akan dirasakan, tidak was-was akan ada penggerebekan polisi, kecuali anda saat kesana kebetulan sial ternyata aparat keamanan akhirnya tembus menggerebek dan menangkap semua termasuk anda..hati-hati lee, siapa tahu aparat hukum sudah rancang operasi besar-besaran, jadi hati-hati yang sering kesana.<br />
Ada cerita lainnya, katanya disana sebagian warganya terdongrak ekonominya, karena disana sering ramai dan jarang ada konflik antar warga seperti beberapa kelurahan bertetangga yang langganan bentrok, karena pemudanya memiliki lapangan pekerjaan di lokasi tersebut. Bagus juga kalau begitu penggangguran bisa bekerja, tapi tetap saja judi tidak dilegalkan. Atau karena pemerintahnya tidak bisa memberi solusi sehingga demi mengisi perut dan kesejahteraan warga terpaksa melakukan dan mempertahankannya agar bisa tetap makan dan menghidupi keluarganya. Kalau memang dianggap sebagai solusi buatkan saja aturan sehingga menjadi legal, seperti zaman Orde Baru ada judi legal, seperti Porkas, Serambi Musik, Pasar Malam, biar tidak ada yang merasa diskriminasi dan warga juga mendapatkan pekerjaan, tapi harus minta masukan dan persetujuan dari tokoh agama yah. Tabe lee sekian dulu. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sultengnews.com/?feed=rss2&#038;p=678</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
